Header Ads

Amien Rais: Perppu Ormas Langkah Fatal Jokowi, Perlu Dibatalkan



KABARNASIONAL, BANDUNG - Isu pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beberapa bulan terakhir menyita perhatian banyak pihak. Pro-Kontra muncul di kalangan masyarakat umum hingga para elit dan tokoh nasional semenjak pengumuman Menkopolhukam, Wiranto terkait sikap pemerintah untuk menempuh langkah hukum membubarkan HTI (8/5).

Pro-Kontra itu semakin memanas saat Wiranto mengumumkan terbitnya Perppu Nomor 2/2017 sebagai pengganti atas UU Nomor 17/2013 tentang Ormas pada Rabu (12/7), yang telah diteken presiden pada hari Senin (10/7). Banyak pihak menilai terbitnya Perppu ini adalah bentuk kesewenangan pemerintah kepada rakyat, khususnya ormas Islam.

Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A, dalam kesempatan wawancara usai memberikan ceramah di Masjid Raya Mujahidin, Bandung, pada acara silaturahim Idul Fitri 1438H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, memberikan penilaian bahwa Perppu tersebut adalah langkah fatal dan bernuansa Islamphobia.

“Soal Perppu pembubaran ormas saya menilai ini adalah langkah Jokowi yang fatal. Dia telah mengabaikan fakta di masyarakat, jadi si perancang Perppu ini, itu adalah yang mengidap Islamphobia,” terangnya.

Amien juga mengatakan bahwa jelas yang menjadi target pertama Perppu ini adalah HTI, dan bisa juga kemudian FPI, dan menyasar yang lainya, sehingga dinilai berbahaya dan perlu dibatalkan.

“Meskipun sudah diumumkan kalau bisa ditolak oleh DPR, ini betul-betul berbahaya. Saya khawatir langkah Jokowi ini dari salah ke keliru, jelas sekali ini menggoncangkan. Jadi menurut saya Perppu ini dibatalkan saja,” saran Amien.

Tokoh Nasional yang berperan besar dalam Reformasi ini juga menyarankan, bahwa penanganan ormas yang dianggap berbahaya harusnya dengan panggilan agar dapat ditangani dengan lebih tepat.

“Menurut saya HTI itu kan kumpulan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, dari kampus, yang yakin bahwa Khilafah merupakan wahyu langit. Yang berpegang pada norma agama, itu yang bisa menyelesaikan masalah,” tutupnya.[ard/la]

No comments

Powered by Blogger.